BAB tiang pedoman hidup bagi umat manusia (muslim).

BAB I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

I.1 Latar Belakang

            TPB (Tijuan Pembangunan
Berkelanjutan) atau yang lebih akrab terdengar dengan sebutan SDGs (Sustainable
Developmet Goals) adalah sebuah program perubahan pembangunan secara universal
dan setara. TPB dibentuk dan disepakati sejak tahun 2015 dengan memiliki 17
goals utama dan dilegkapi dengan 169 target. TPB ini diharapkan dapat tercapai
indikatornya pada tahun 2030. Dalam makalah ini akan dibahas salah satu goals
TPB yang sangat penting indikatornya sebagai acuan perubahan dan pembangunan ke
arah yang lebih baik. Salah satu goals ini adalah pendidikan yang merupakan
goal nomor empat.

            Pendidikan merupakan hal
terpenting dalam kehidupan, khususnya pada zaman modern ini. Kualitas pendidikan Indonesia di tingkat dunia internasional
berada di peringkat ke-64 dari 120 negara, hal ini tercatat pada laporan
tahunan edukasi global UNESCO. Peringkat ini dapat dijadikan acuan Indonesia
untuk merubah pendidikan Indonesia yang lebih baik, dapat meningkatkan daya
saing Indonesia di dunia internasional dan tentunya dapat menghasilkan sumber
daya manusia dengan memiliki kriteria yang cocok untuk dunia dan khususnya
Indonesia.

            Dalam
misi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia maupun dunia tentu harus
mengerahkan penuh fasilitas pendidikan dimulai dari infrastruktur belajar,
tenaga pendidik dan sistem maupun materi pembelajaran. Tetapi, semua fasilitas
untuk menikatkan kualitas pendidikan ini tentunya telah diuji secara teknis dan
disesuaikan objek pendidikan berkualitas mulai dari yang masih anak – anak,
remaja, dan dewasa. Dengan demikian, pendidikan yang diharapkan dapat berjalan
secara lancar dan terpenuhi target persaingan Indonesia dalam dunia pendidikan.

 

 

I.2 Rumusan Masalah

1.     
Apakah pendidikan berkharakter dengan acuan agama
diperlukan? Bagaimana Islam mendukung dan menunjukannya?

2.     
Apakah literasi dapat didasari untuk atau sebagai
kreativitas seseorang?

I.3 Tujuan Penulisan

            Penulisan makalah ini
bertujuan untuk :

1.     
Memenuhi tugas akhir dari mata kuliah Tujuan Pembangnunan
Berkelanjutan (TPB)

2.     
Memberi telaah pentingnya pendidikan dalam usaha
membangun suatu negara

     

I.4 Manfaat Penulisan

            Manfaat dari penulisan
makalh ini adalah dapat diambilnya nilai khususnya pemuda Indonesia, bahwa
pembangunan yang didasarkan pendidikan ini akan berjalan dengan baik jika
pemuda Indonesia dapat berpartisispasi membangun bersama.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

II. 1 Islam,
Berkharakter dalam Pendidikan Berkualitas

            Ajaran Islam dalam mendukung pendidikan yang berkualitas
berkontribusi lebih berbentuk dengan ajaran yang akan menghasilkan karakter
seseorang. Agama Islam merupakan tiang pedoman hidup bagi umat manusia
(muslim). Yang dimaksud dengan pedoman adalah dimana seseorang menjalankan
suatu kegiatan akan didasari  berbagai
pertimbangan untuk mengambil suatu langkah dalam menjalankan suatu kegiatan.
Pertimbangan – pertimbangan inilah yang nantinya akn terlihat hasilnya pada karakter
diri seseorang dalam setiap kegiatan dan keadaan. Seorang alhli pendidikan
(Islam), Muhammad Fadhil Al-Jamaly mengartikan pendidikan islam merupakan upaya
mengembangkan diri dan mengajak kepada hidup yang lebih dinamis dengan
berdasarkan nilai-nilai yang Islam dan kehidupan yang mulia. Dengan harapan
terbentuknya pribadi yang sempurna dalam berpikir dan mengerjakan suatu
perbuatan. Oleh karena itu dengan adanya agama, seseorang dapat menguatkan
dirinya untuk menyelesaikan suatu keadaan yang sedang dihadapinya dengan
mendisiplinkan dirinya sesuai dengan kepercayaannya (agama) disertai dengan
ketentuan – ketentuan yang diajarkan di dalamya.

            Untuk membangun kepribadian
dan karakter yang kuat dengan agama, dalam Islam kita dapat melakukan dengan
langkah – langkah sederhana. Dalam modul agama yang telah diajarkan kepada saya
oleh mentor – mentor agama Islam FISIP Administrasi Publik, langkah – langkah
sederhana itu diantranya adalah dengan diawali mengenal Allah sebagai tuhan
kita, mengenal kitab (Al – Qur’an) sebagai pedoman hidup kita, dan mengenal
rasul Allah yang dipercayai menyampaikan ajaran agama Islam untuk menuntun kita
ke jalan yang lebih baik dalam dunia maupun akhirat. Dalam mengenal Allah,
manusia dikenalkan dengan niat dan akidah dalam Islam. Secara bahasa niat
adalah suatu keinginan yang ditunjukan dalam mengawali suatu kegiatan. Dalam
Hadist No. 1 Arba’in An – Nawawiyah dikatakan “Dari Amirul Mukminin, Abu Hafs
Umar Bin Khattab ra, dia berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda :
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung dengan niatnya. Dan sesungguhnya
setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang
hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhoan) Allah dan RasulNya maka
hijrahnya kepada (keridhoan) Allah dan RasulNya. Dan siapa yang hijrahnya
karena ingin mendapatkan kehidupan yang layak di dunia ata karena wanita yang
ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang
diniatkannya””. Dampak suatu niat sangatlah besar jika kita memegang teguh niat
tersebut jadi, janganlah sampai ada niat buruk dalam diri kita karena jika niat
itu terkabulkan sehingga tertuntun kedalam niat buruk tersebut akan mendapat
balasannya kelak di akhirrat. Lalu, mengenal apa itu Islam. Islam adalah
berserah diri kepada Allah SWT dengan mengesakan-Nya dan tuduk kepada-Nya
secara taat dan dengan melepas diri syirik. Berserah diri hanya kepada Allah,
dalam Al – Qur’an surat Al – Ikhlas (112 : 1 – 4) diserukan “Katakanlah:
Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung KepadaNya
segala susuatu. Dia tida beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada
seorang pun yag setara dengan Dia”. Taat kepada Allh SWT yang dikatakan dalam
Al – Qur’an surat ke 5; Al – Maidah : 104 “”Marilah mengikuti apa yang
diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab “Cukuplah untuk kami
dari apa yang bapak – bapak kami mengerjakannya”. Dan aakah mereka itu akan
mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui
apa – apa dan tidak (pula) mendapatkan petunjuk?”. Syirik adalah perbuatan dimana
seseorang memperlakukan Allah dengan mempersekutukannya. “Seandainya mereka
mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka
kerjakan” (QS Al – An’am : 88). Kedua, mengenal Rasulullah. Rasul adalah
seseorang yang dipilih dan diutus oleh Allah dengan peranan dan tugas dari
Allah dengan tanda – tanda kerasulannya seperti :

1.     
sifat – sifatnya

2.     
mukjizat

3.     
berita kedatangan dan kenabian, dan

4.     
hasil dari perbuatannya.

Dan dalam mengenal rasul kita sebagai penganut Islam memiliki kwajiban akan
mempercayai dan mantaati tanda – tanda kerasulannya. Ketiga mengenal Al-Qur’an.
Al – Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad SAW secara berangsur – angsur.
Ditunjukkan kepada umat muslim pertama sebagai bahan belajar membaca. Lalu
dimulailah segala firman Allah secara berkala diturunkan. Dengan membaca
Al-Quran bagi umat Islam merupakan amal ibadah. Dan dalam membaca Al – Quran
diusahakan kita sebagai penganut Islam memahami dari isi bacaan yang terkandung
di dalamnya. Karena dengan itu, kita sebagai manusia dapat iberikan pentujuk
oleh Allah SWT dalam menjalankan suatu ibadah maupun kegiatan lainnya.

 

II.2 Literasi untuk
Kreativitas

            Pada pembahasan sebelumnya mengenai agama (Islam) telah
diajarkan umat manusia untuk membaca dengan diawali Al- Quran. Dan saat ini
sistem yang memicu hasil efektif suatu pembelajaran adalah melalui literasi.
Inti dari literasi tersendiri pun merupakan kegiatan membaca lalu sesorang
diujikan untuk berpikir dan ditangkan dapat dalam sebuah tulisan atau karya
lainnya dari proses membaca. Sistem literasi baik digunakan dari dini,
dikarenakan proses membaca secara berkala ini dapat memicu imajinasi seseorang
sehngga seseorang dapat memahami apa yang telah dibacanya. Dalam proses
pembelajaran literasi ini sangat dibuthkan peran yang dapat membimbing sesorang
untuk mecapai indikator tujuan literasi salah satunya adalah orang tua yang
dapat mendampingi anaknya dalam proses pembelajaran membaca, menelaah, menulis,
dan berhitung.

            Salah satu hasil dari
literasi sendiri yang terpenting dalam kehidupan adalah komunikasi.
Berkomunikasi dengan baik tentunya seseorang memiliki keterampilan berbahasa
yang baik pula. Keterampilan berbahasa itu terdiri atas keterampilan menyimak
(listening skill), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan
menulis (writing skill), dan keterampilan membaca (reading skill)
(Tarigan,2008;1).

            Terbitnya Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 yang di dalamnya
tercantum kebijakan “kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu
belajar dimulai” sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menyukseskan GLS
(Mardiah, 2016). Tidak hanya buku formal nasional seperti buku pelajaran
sekolah melainkan buku di luar konteks sekolah. Dengan adanya kegiatan membaca
di luar bacaan sekolah dapat meningkatkan semangat siswa atau seseorang dimulai
dari anak yang masih di sekolah dasar maupun perguruan tinggi, dengan membaca
hal – hal yang masih berkaitan dengan hal yang terjadi di luar lingkungan
mereka merupakan nilai plus untuk menjadi suatu pengetahan bagi diri mereka
sendiri dengan memanfaatkan media tulis yang ada sebagai tempat membaca.

 

BAB III

PENUTUP

 

III.1 Kesimpulan

            TPB (Tijuan Pembangunan Berkelanjutan) atau yang lebih
akrab terdengar dengan sebutan SDGs (Sustainable Developmet Goals) adalah
sebuah program perubahan pembangunan secara universal dan setara. TPB dibentuk
dan disepakati sejak tahun 2015 dengan memiliki 17 goals utama dan dilegkapi
dengan 169 target. TPB ini diharapkan dapat tercapai indikatornya pada tahun
2030.

            Dalam misi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia maupun dunia
tentu harus mengerahkan penuh fasilitas pendidikan dimulai dari infrastruktur
belajar, tenaga pendidik dan sistem maupun materi pembelajaran. Dalam makalah
ini terfokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan pendidikan
berkharakter dan meningkatkan literasi sebagai media kreatif masyarakat.

Untuk membangun kepribadian dan karakter yang kuat
dengan agama, dalam Islam kita dapat melakukan dengan langkah – langkah
sederhana. Langkah – langkah sederhana itu diantranya adalah dengan diawali
mengenal Allah sebagai tuhan kita, mengenal kitab (Al – Qur’an) sebagai pedoman
hidup kita, dan mengenal rasul Allah yang dipercayai menyampaikan ajaran agama
Islam untuk menuntun kita ke jalan yang lebih baik dalam dunia maupun akhirat.
Lalu dalam kontek meningkatkan literasi dihasilkan dari sistem pembelajaran
literasi salah satu hasil dari literasi sendiri yang terpenting dalam kehidupan
adalah komunikasi. Berkomunikasi dengan baik tentunya seseorang memiliki
keterampilan berbahasa yang baik pula. Keterampilan berbahasa itu terdiri atas
keterampilan menyimak (listening skill), keterampilan berbicara (speaking
skill), keterampilan menulis (writing skill), dan keterampilan membaca (reading
skill) (Tarigan,2008;1).

 

           

III.2 Saran

            Dikhususkan pendidikan
untuk pemuda – pemudi berusia produktif untuk mensukseskan salah satu tujuan
pembangunan secara berkelanjutan agar dapat bersaing dengan dunia luar dan
tidak hanya bersaing. Dengan seseorang berpendidikan, maka negara Indonesia dapat
bekerja sama dengan negara luar secara harmonis dan memungkinkan saling
melengkapi. Dan bagi pemerintah untuk lebih meningatkan lagi dukungan terhadap
pendidikan untuk Indonesia yang lebih sejahtera.