KATA apapun itu. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala

KATA PENGANTAR

            Segala
puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
yang telah memberikan rahmat dan karunia sehingga penulis bisa menyelesaikan
makalah tugas Tahapan Persiapan Bersama (TPB) yang berjudul KELAPARAN DALAM KACAMATA ISLAM dengan
tepat waktu.  Makalah ini disusun dengan
tujuan bisa mengkaji topik masalah kelaparan dari sudut pandang agama Islam.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Penulis mengucapkan
terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu proses penyelesaian makalah
ini. Dari mulai pihak dosen pemateri mata kuliah TPB sampai rekan-rekan TPB 14
yang memberi banyak pengaruh dalam proses penyusunan makalah ini.

            Tentunya
makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kesalahan dan kekuranga.
Oleh karena itu, penulis membutuhkan saran dan kritik yang membangun dari
pembaca untuk membuat makalah ini menjadi lebih baik.

            Akhir
kata, semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua dalam menuntut
ilmu, walau sekecil apapun itu. Semoga Allah Subhanahu
wa Ta’ala senantiasa memudahkan kita dalam menuntut ilmu.

 

 

 

 

 

 

Jatinangor, Desember 2017

 

 

 

 

Penyusun

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA
PENGANTAR………………………………………………………………………………………i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………..
ii

BAB I Pendahuluan………………………………………………………………………………
1-2

1.1  
Latar
Belakang…………………………………………………………………………………………………..1

1.2  
Rumusan
Masalah………………………………………………………………………………………………1

1.3   Tujuan Penulisan………………………………………………………………………………………………..2

1.4  
Manfaat
Penulisan………………………………………………………………………………………………2

BAB
II  Pembahasan…………………………………………………………………………….
3-7

2.1   Kondisi
Kelaparan di Indonesia…………………………………………………………………………….3

2.2   Kelaparan
Dalam Pandangan Agama
Islam……………………………………………………………4

2.3   Cara
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan Umatnya Menghadapi Masalah
Kelaparan………………………………………………………………………………………………………….5

2.4   Cara
Penanggulangan Masalah Kelaparan dari Kacamata Islam………………………………6

BAB III Penutup……………………………………………………………………………………… 8

3.1   Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………….8

3.2   Saran………………………………………………………………………………………………………………..8

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………….
9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar
Belakang

Masalah kelaparan di Indonesia bukanlah hal yang asing.
Sejak tahun 90-an hingga saat ini terus membayangi negara ini. Hampir setiap
daerah di Indonesia ikut serta menyumbangkan penduduk yang masih hidup
kelaparan. Dari mulai ujung barat Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hingga ujung
timur Provinsi Papua. Kondisi ini terus menerus membuat banyak penduduk
Indonesia tersiksa karena kelaparan.

Kelaparan juga menjadi masalah kompleks di dunia ini.
Berbagai negara di belahan benua lain masih mengalami hal ini. Setiap harinya
ada sekitar 24.000 yang meninggal karena kelaparan ataupun hal yang berkaitan
dengan kelaparan. Kebanyakan dari kematian ini disebabkan oleh malnutrisi yang kronis akibat dari
penderita tidak dapat mendapatkan makanan yang cukup.

Kelaparan sendiri adalah kondisi dimana seseorang tidak
makan dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat menimbulkan penyakit. Kondisi
ini juga menunjukan bahwa seseorang tidak mendapat gizi yang cukup untuk
tubuhnya. Kelaparan dapat terjadi karena kurang tersedianya bahan pangan atau
kurangnya kemampuan untuk mendapatkan bahan pangan yang mencukupi gizi. Salah
satu penyebabnya adalah kemiskinan.

Kelaparan pun terjadi juga pada masa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Dari cara beliau dan sahabat-sahabatnya (Umar bin Khatab, Abu Bakar
Ash-Shiddiq, dan lainnya) menghadapi masalah tersebut, bisa dijadikan panutan
bagi kita umatnya dalam menghadapi masalah kelaparan di Indonesia. Selain itu
kita juga bisa mencontoh perilaku beliau sebagai pemimpin umatnya dalam
menghadapi masalah kelaparan.

 

1.2  Rumusan
Masalah

Agar lebih
sistematis, penulis sudah menyusun rumusan masalah dalam makalah “Kelaparan
dalam kacamata Islam” sebagai berikut:

1.    
Bagaimana
kondisi kelaparan penduduk Indonesia?

2.    
Bagaimana
Islam memandang masalah kelaparan?

3.      Bagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan umatnya menghadapi masalah kelaparan?

4.    
Apa
saja cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah kelaparan ini?

 

 

1.3  Tujuan
Penulisan

Tujuan penulisan dari
makalah ini adalah :

·      
Memahami
kondisi kelaparan di Indonesia.

·      
Mengetahui
pandangan Islam terhadap kelaparan.

·      
Mengetahui
strategi dan cara Islam menghadapi kelaparan.

·      
Memberi
solusi dari permasalahan kelaparan yang ada.

 

1.4  Manfaat
Penulisan

Manfaat penulisan
dari makalah ini adalah :

·      
Dapat
mengetahui definisi tentang kelaparan

·      
Dapat
mengetahui kondisi kelaparan di Indonesia

·      
Dapat
mengetahi penyebab dan akibat kelaparan

·      
Dapat
mengetahui sikap dan perilaku menghadapi kelaparan dalam pandangan Islam

·      
Dapat
mengetahui pandangan Islam terhadap masalah kelaparan

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Kondisi Kelaparan di Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kelaparan
adalah kondisi menderita lapar karena tidak ada yang dimakan atau kekurangan
makanan. Sedangkan menurut wikipedia, kelaparan adalah
suatu kondisi di mana tubuh masih membutuhkan makanan, biasanya saat perut telah kosong
baik dengan sengaja maupun tidak sengaja untuk waktu yang cukup lama. Istilah
ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada kondisi kekurangan
gizi yang dialami sekelompok orang dalam jumlah besar untuk jangka waktu
yang relatif lama, biasanya karena kemiskinan, konflik politik,
maupun kekeringan cuaca.

Di
Indonesia sendiri, tingkat kelaparan masih dalam level yang serius menurut
Global Hunger Index (GHI) 2016. GHI dibuat dengan tujuan untuk mengukur tingkat
kelaparan secara global. Indeks GHI dibuat oleh International Food Policy Research Institute (IFPRI), yaitu lembaga
yang melakukan riset di bidang kekurangan gizi dan kelaparan di negara
berkembang. Semakin besar nilai GHI, maka semakin parah kondisi kelaparannya.
Ada empat indikator dalam penentuan besar angka GHI. Indikatornya yaitu berat
badan dan tinggi badan anak dibawah lima tahun, angka kematian anak dibawah
umur lima tahun, dan kondisi kekurangan gizi seluruh penduduk. Di Indonesia
sendiri, tingkat angka GHI mengalami penurunan. Namun masih dalam tingkat yang
serius. Jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, angka GHI
Indonesia hanya lebih baik dari Laos. Negara Asia Tenggara satu-satunya dengan
angka GHI rendah adalah Malaysia. Singapura tidak masuk karena merupakan negara
maju. Berikut tabel angka GHI Indonesia dan negara tetangga tahun 2016.

NEGARA

ANGKA GHI

STATUS

Laos

28,1

Serius

Indonesia

21,9

Serius

Kamboja

21,6

Serius

Filipina

19,9

Sedang

Vietnam

14,5

Sedang

Thailand

11,8

Sedang

Malaysia

9,7

Rendah

Food and Agriculture Organization (FAO) juga melakukan riset tentang kelaparan di Indonesia. Dari
hasil penelitian yang mereka lakukan, sekitar 19,4 juta penduduk Indonesia
masih mengalami kelaparan. Khususnya wilayah timur Indonesia, yaitu Nusa
Tenggara Timur dan Papua. Penyebab utamanya 
kemungkinan besar adalah kemiskinan. Meski demikian, jika dibandingkan
dengan tahun-tahun sebelumnya Indonesia sudah berhasil mengurangi jumlah
penduduk yang kelaparan hingga setengahnya. Masih banyak yang harus Indonesai
lakukan untuk terus memberantas kelaparan di negara ini, terutama di wilayah
timur karena masih banyak penduduk yang kekurangan bahan pangan.

 

2.2  Kelaparan dalam Pandangan Agama Islam

Agama Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam adalah agama yang sempurna. Islam telah memberi aturan dan
pedoman terhadap seluruh problematika kehidupan. Mulai aspek ibadah, akidah,
akhlaq, rumah tangga, dan lainnya. Manusia yang telah lahir di dunia akan
mendapatkan berbagai rahmat dan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sekuat apapun iman seseorang, akan selalu ada ujian yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan untuk hambanya. Ujian tersebut bisa berupa
ketakutan, kehilangan, kelaparan, kemiskinan, dan yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk kehidupan di dunia dan di akhirat nanti. Untuk kali
ini yang akan dibahas adalah kelaparan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam QS
Al-Baqarah : 155 yang artinya adalah “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan
kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” Maksud dari
ayat ini adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahu bahwa Dia akan memberikan ujian bagi hambanya.
Kadang berupa kebahagiaan dan kadang berupa kesulitan. Dalam ayat ini
disebutkan kesulitan tersebut berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa, dan buah-buahan. Hakikat dari ujian yang Allah berikan adalah untuk
menyeleksi hamba-hambanya. Barang siapa yang sabar dalam menghadapi ujian ini,
niscaya akan mendapatkan pahala dan barang siapa yang putus asa, akan ditempa
dengan hukuman dari Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Maksud dari
kata sabar disini adalah percaya bahwa ujian datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan percaya takdir dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kesabaran menunjukan kekuatan hati dari seorang muslim, karena ujian
yang diberikan tidak lepas dari ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga, jika tidak sabar justru menunjukan kecacatan dalam keimanan
seseorang. Serta dalam ujian yang Allah berikan mengandung banyak manfaat.
Diantaranya adalah mendapat pahala dan dihapuskan dosa-dosa. Selain kesabaran,
sebagai hamba-Nya juga harus memohon pertolongan, perlindungan, dan bergantung
hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

2.3   Cara Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Umatnya Menghadapi Masalah Kelaparan

               Dalam menghadapi
masalah kelaparan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, memberikan
berbagai jalan. Diantaranya adalah :

1.    
Bekerja

Setiap
orang Islam diwajibkan untuk mencari nafkah. Mencari nafkah atau bekerja
merupakan senjata umat Islam dalam memberantas kemiskinan. Dalam Islam,
seseorang yang bekerja tidak boleh dihalang-halangi dalam memperoleh upahnya.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyampaikan bahwa melakukan ikhtiar atau
berusaha dulu lalu baru melakukan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap orang Islam bertanggung jawab jika terjadinya kelaparan. Bentuk
tanggung jawab itu diantaranya mengusahakan tercukupinya lapangan pekerjaan,
mempersiapkan tenaga ahli untuk mengurus dan memelihara. Bila sebagian umat
sudah melaksanakannya, maka lepaslah dosa. Tapi, jika tidak ada yang
melaksanakannya maka seluruh umat Islam menanggung dosa tersebut.

2.    
Mencukupi Keluarga yang Lemah

Selain bekerja, umat Islam juga diwajibkan untuk membantu
dan menolong saudaranya yang lemah tidak sanggup bekerja. Islam mengajarkan
konsep bagi keluarga yang mampu agar saling melengkapi dengan keluarga yang
tidak mampu. Islam mewajibkan agar keluarga yang kaya dan mampu untuk memberi
nafkah bagi keluarga miskin dan tidak mampu. Hal ini tentunya akan menciptakan
jaminan sosial bagi keluarga yang tidak mampu.

3.    
Zakat

Allah telah memberikan hak harta yang
tetap bagi orang-orang miskin dari orang-orang kaya. Allah telah berfirman
dalam Al-Qur’an

???????? ???????????? ?????????????
??????????????? ??????????????? ????????? ???????????????? ??????????? ?????
?????????? ??????????????? ????? ??????? ??????? ??????? ?????????? ? ?????????
???? ??????? ? ????????? ??????? ???????

“Sesungguhnya
zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang
dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk
(membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang
sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha mengetahui,
Maha bijaksana.” at-Taubah/9:60

4.    
Sedekah Sukarela

Salah
satu akhlaq terpuji dari seorang muslim adalah memberi tanpa diminta, suka
memberikan secara sukarela. Sifat ini muncul bukan karena haus kepopuleran atau
untuk pamer belaka, tapi sifat ini muncul sebagai motivasi bagi umat muslim
lainnya. Rasulullah telah mencontohkan sifat ini kepada umatnya. Hal ini
berarti Rasulullah telah meletakan pondasi wakaf sosial yang dampaknya akan
terus terasa bagi seluruh masyarakat jika seluruh umatnya terus menerapkannya.
Ini juga merupakan bukti nyata kepedulian sosial antar masyarakat yang
ditunjukan umat muslim.

 

2.4  Cara Penanggulangan Masalah Kelaparan dari Kacamata Islam

Hal
pertama yang dapat menanggulangi kelaparan yang pertama adalah memberantas
kemiskinan. Dengan cara mendukung pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat bagi
masyarakat luas secara berkesinambungan. Islam juga mendukung distribusi
makanan secara merata di seluruh wilayah. Sehingga tercipta persebaran makanan
yang merata.

Selain
itu bagi masyarakat yang miskin, dapat berusaha dengan bekerja agar dapat
mencukupi kebutuhan makanan sehari-hari. Dalam hal ini, masyarakat yang mampu
dan pemerintah wajib berpartisipasi dengan memberi bantuan kepada masyarakat
yang kurang mampu. Bagi umat muslim juga dapat membantu dengan metode yang
dianjurkan Rasulullah, seperti zakat, infaq, ataupun sedekah. Pemerintah pun
wajib memberi bantuan bagi masyarakat yang kelaparan jika masih terdapat di
negara tersebut. Orang-orang yang mampu di negara tersebut juga wajib untuk
membagi hartanya kepada yang kurang mampu agar tercipta pemerataan dalam hal
ekonomi. Sehingga dapat mencukupi kebutuhan pangan yang dibutuhkan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

            Kelaparan
di Indonesia masih menjadi masalah yang sangat mengkhawatirkan di Indonesia.
Hal ini terlihat dari data dan fakta yang menunjukan tingkat kelaparan yang
tinggi. Kelaparan terjadi karena banyak faktor, diantaranya adalah kemiskinan
dan kurangnya bahan pangan. Banyak orang menderita dikarenakan kelaparan yang
terjadi.

            Islam
sebagai agama yang mengatur semua aspek dalam kehidupan manusia sudah
sepatutnya memiliki pandangan dalam menghadapi masalah kelaparan. Dengan
mengacu pada Al-Qur’an dan hadits Rasulullah, Islam mengajarkan cara mengatasi
dan melewati masalah kelaparan. Selain dapat mengatasi masalah kelaparan, cara
yang diajarkan pun dapat memberi pahala untuk di akhirat nanti.

3.2 Saran

            Setelah
mengetahui kondisi tingkat kelaparan di Indonesia yang masih termasuk
mengkhawatirkan, sudah sepatutnya menimbulkan rasa kesadaran kita. Rasa
kesadaran ini tentunya harus hadir dari berbagai pihak. Pihak pemerintah harus
bisa membuat kebijakan agar bahan pangan dapat tersebar merata ke seluruh
Indonesia. Tentunya dengan harga yang terjangkau pula. Pemerintah juga harus
bisa memberantas kemiskinan di Indonesia agar setiap masyarakat dapat membeli
dan mencukupi kebutuhan pangannya sehari-hari.

            Masyarakat
yang berkecukupan juga harus membantu pihak masyarakat yang kurang mampu dalam
mencukupi kebutuhan makanan. Bantuan tersebut bisa berupa uang atau bahan
pangan. Dengan saling merangkul seperti ini akan tercipta pemerataan sosial.
Bagi masyarakat yang kurang mampu juga harus berusaha dengan cara bekerja untuk
dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya.