Secara yang telah mencapai puncak digital yang canggih

Secara garis besar, transportasi dapat diartikan
sebagai suatu benda ataupun alat yang bisa mengangkut dan membawa barang atau
manusia ketempat tujuan tertentu dengan cara mengendarainya, transportasi juga
dapat dipakai oleh masyarakat khalayak. Menurut Bowersox (1981) transportasi
adalah perpindahan barang atau penumpang dari suatu tempat ketempat lain,
dimana produk dipindahkan ketempat tujuan yang dibutuhkan.1 Transportasi
juga merupakan alat yang tidak pernah lepas dari manusia dan hampir setiap hari
manusia menggunakannya sebagai alat pemenuhan kebutuhan. Secara harfiah, masyarakat
lebih dominan memakai transportasi darat karena mudah didapat dan dipakai
secara bersamaan.

Transportasi pada umumnya berkembang seiring
perkembangan jaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Misalnya,
perkembangan teknologi transportasi darat yang telah mencapai puncak digital
yang canggih dan modern. Teknologi pada umumnya dapat menyimpan ataupun
mengubah informasi dalam segala bentuk untuk mendapatkan suatu keuntungan.2 Dalam
pengertian teknologi tersebut, kenyataannya teknologi juga dapat membuat
transportasi darat mengalami suatu permasalahan. Contohnya, dalam perkembangan
teknologi yang tinggi kini ojek tradisional/konvesional merasa rugi dengan
kemunculan ojek berbasis online seperti Goj-ek,Uber,ataupun Grab yang lebih
mendapatkan konsumen yang lebih banyak. Tidak hanya ojek, transportasi online
juga menembus ke trasnsportasi taksi berbasis 
online. Transportasi konvensional merasa terbebani bahkan tersaingi oleh
kehadiran transportasi berbasis teknologi yang semakin berkembang yang
kelihatannya lebih mendapatkan apresiasi dari konsumen/masyarakat daripada
transportasi konvensional.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Permasalah pun muncul ketika para pengemudi
transportasi konvensional tidak tahan lagi akan transportasi online yang
mendapatkan jumlah pelanggan yang lebih banyak. Permasalahan yang terkait
dengan pro-kontra terhadap kemunculan transportasi online menjadi suatu
pembicaraan yang paling sering

 

 

diperdebatkan,
lebih baik transportasi biasa atau transportasi online? Secara tidak sengaja
ada dampak untung dan rugi keberadaan layanan transportasi publik baik
konvensional maupun transportasi online.3
Pada transportasi online memiliki kelemahan dikarenakan konsumen harus
mempunyai media yang canggih misalnya untuk memesan ojek online dan harus dalam
jaringan yang kuat, itu berarti hanya masyarakat kota yang bisa memakainya.
Akan tetapi, keuntungan dalam memakai ojek online adalah harga ongkos yang
murah dan sampai tujuan dengan selamat serta kita dapat mengetahui identitas
pengemudi. Pada transportasi konvensional keuntungan yang bisa didapat adalah
semua orang dari kalangan apapun dapat menggunakan nya, namun para pengemudi
transportasi konvensional mengambil keuntungan yang besar dengan ongkos yang
mahal tetapi jarak yang ditempuh lumayan dekat. Dengan kata lain, transportasi
online dan transportasi konvensional sama-sama mempunya keuntungan dan kerugian
masing-masing. Namun, masih saja diantara keduanya saling meremehkan satu sama
lain.

             
Dalam masalah memberikan izin pada transportasi online, Pemerintah berencana merevisi
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Angkutan Orang dengan
Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, yang menjadi payung hukum untuk
transportasi online.4
Dengan kata lain, pemerintah memberikan izin untuk pengoprasian transportasi berbasis
online. Namun, hal-hal yang harus diperhatikan adalah harus lengkapnya
surat-surat izin mengemudi, kendaraan berbasis standart kelayakan , maupun
membayar pajak yang sudah ditentukan. Tetapi banyak masyarakat sangat ingin
transportasi online stop dari pengoprasiannya karena dianggap mengadu domba
rakyat kecil dan mengubah siklus perekonomian dalam sistem tradisional. Terkait
dengan perizinan tersebut, rakyat yang masih bekerja dalam transportasi
konvensional bergejolak memberikan kontra yang luar biasa sampai berdemo
anarkis serta merusak fasilitas transportasi modern.5
Alasan utama mereka kontra adalah pendapatan mereka yang makin lama makin
menurun karena banyaknya transportasi online yang beroperasi, dan dalam
pandangan masyarakat para pengemudi transportasi konvensional sudah ketinggalan
jaman dibandingkan dengan jaman modern yang sekarang ini.

            Sebenarnya
tidak masalah jika transportasi online itu diberikan izin dalam pengoprasiannya,
karena adanya transportasi online juga menunjukkan bahwa suatu negara tersebut
telah mencapai teknologi yang sudah canggih dan dapat menunjukkan pendapatan
rakyat nya yang sudah meningkat

 

serta dapat mengukir perekonomian suatu
negara tersebut. Namun, diperlukan juga adanya kesimbangan yang terkait dengan
transportasi tradisional yang sama-sama ingin mencari nafkah dan mendapat
kepercayaan dari masyarakat. Tentunya transportasi tradisional juga maklum
dengan perkembangan zaman, tetapi harus ada keseimbangan dengan menghargai satu
sama lain dengan keterbatasan ataupun kelebihan masing-masing pihak, dan tidak
melakukan kekerasan yang hanya menyebabkan kerugian serta kehancuran. Untuk
itu, menghapuskan pro dan kontra dan menghargai kebijakan pemerintah merupakan
salah satu bagian terpenting dalam menjaga keseimbangan tersebut.

1 Donald
Boersox, “Pengertian Transportasi” , Aviation Today, diakses dari
e-journal.uajy.ac.id, pada tanggal 7 Desember 2017 pukul 20.12

2 Mc
Keown, “Teknologi Informasi” , Aviation Today , diakses dari www.dosenpendidikan.com, pada
tanggal 7 Desember 2017 pukul 20.28

3 Kompas , 15 Maret 2016 , Online News

4 Peraturan Menteri
Perhubungan , Aviation Today, diakses dari https://bisnis.tempo.co/read/857940/pro-kontra-soal-taksi-online-ini-11-poin-revisi-aturannya, pada tanggal 7 Desember 2017 pukul 21:45

 

5
Santi Dewi, “Pro dan Kontra Penggunaan Transportasi  Aplikasi  Online”, Aviation Today, diakses dari https://www.rappler.com/indonesia/125731-sopir-taksi-tolak-uber-grabtaxi,
pada tanggal 7 Desember  2017 pukul 21:45